Pengaruh Weight Training dan Zumba Dance Terhadap Persentase Kadar Lemak Pada Tubuh Wanita Dewasa Peserta Dewata Gym Denpasar Tahun 2026
Main Article Content
Abstract
Berdasarkan observasi awal di Dewata Gym Denpasar terhadap 42 member perempuan usia madya (40–65 tahun), ditemukan bahwa zumba dance jauh lebih diminati sebagai aktivitas aerobik kelompok dibandingkan latihan beban (weight training), namun efektivitasnya dalam menurunkan kadar lemak tubuh belum teruji secara empiris. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dan beda pengaruh kedua metode latihan tersebut terhadap persentase kadar lemak tubuh total (whole body fat). Penelitian menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan Non-Equivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 20 orang wanita dewasa madya yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Perlakuan diberikan selama 8 minggu (32 sesi). Kadar lemak tubuh diukur menggunakan timbangan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) terkalibrasi. Data dianalisis dengan uji t berpasangan dan uji t independen setelah data dinyatakan normal dan homogen. Hasil menunjukkan kelompok zumba dance hanya menurunkan lemak tubuh sebesar 0,04% (t = 0,137; Sig. = 0,894 > 0,05) sehingga tidak signifikan, sedangkan kelompok weight training menurunkan lemak tubuh sebesar 2,00% (t = 6,353; Sig. = 0,000 < 0,05; d = 2,01) sehingga signifikan. Uji t independen menghasilkan Sig. = 0,000 (< 0,05) dengan Cohen's d = 2,04, yang berarti weight trainingterbukti secara signifikan lebih efektif dibandingkan zumba dance dalam menurunkan persentase kadar lemak tubuh total pada wanita dewasa peserta Dewata Gym Denpasar tahun 2026.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Budiwanto, S. (2017). Metode statistika untuk mengolah data keolahragaan. Malang: UM Press.
Dwicahya, N., & Irianto, D. P. (2020). Pengaruh strong by zumba dan high intensity circuit training dengan daya tahan aerobik (tinggi dan rendah) terhadap penurunan lemak dan waist-hip ratio (Tesis magister). Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta.
Greer, B. K., Sirard, J. R., Klootwyk, N. J., Phipps, R. K., & Schillie, B. K. (2015). EPOC comparison between isocaloric bouts of steady-state aerobic, intermittent aerobic, and resistance training. Research Quarterly for Exercise and Sport, 86(2), 190–195. https://doi.org/10.1080/02701367.2014.999190
Guo, C., Dai, T., Zhang, H., Luo, M., Gao, J., & Feng, X. (2025). Effect of resistance training on body composition and physical function in older females with sarcopenic obesity. Frontiers in Aging Neuroscience, 17. https://doi.org/10.3389/fnagi.2025.1495218
Hasan, M. F., Ramania, N. S., & Bahri, S. (2017). Analisis efektifitas zumba dan belly dance terhadap VO2max, indeks massa tubuh, dan persentase lemak tubuh. Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan, 2(1). https://journals.itb.ac.id/index.php/jskk/article/view/9707
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Manfaat zumba bagi kesehatan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3246/manfaat-zumba-bagi-kesehatan
Krishnan, S., Tokar, T. N., Boylan, M. M., Griffin, K., Feng, D., McMurry, L., Esperat, C., & Cooper, J. A. (2015). Zumba dance improves health in overweight/obese or type 2 diabetic women. American Journal of Health Behavior, 39(1), 109–120. https://doi.org/10.5993/AJHB.39.1.12
Kurnia, F., Muhtar, T., & Suherman, A. (2024). Pengaruh body weight training dan lari terhadap kadar lemak dan kebugaran jasmani siswa sekolah menengah atas dengan kegemukan. Journal of Sport, 8(1). https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/sport/article/view/8447
Lee, D. C., Brellenthin, A. G., Lanningham-Foster, L. M., Kohut, M. L., & Li, Y. (2024). Aerobic, resistance, or combined exercise training and cardiovascular risk profile in overweight or obese adults: The CardioRACE trial. European Heart Journal, 45(13), 1127–1142. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehad827
Oktasari, P., Suhdi, M., & Supriya, M. (2022). Pengaruh senam zumba intensitas sedang terhadap pengurangan lemak ibu-ibu di Kelurahan Karya Bakti RT 06 Kota Lubuklinggau. Educative Sport, 3(3), 48–54. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/edusport/article/view/4216
Pambudi, A. H., Liben, P., & Rejeki, P. S. (2020). Perbedaan pengaruh circuit body weight training (CBWT) submaksimal terhadap penurunan persentase lemak tubuh, lemak subkutan, dan peningkatan otot skeletal. CARE: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(3). https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care/article/view/1294
Santika, I G. P. N. A. (2016). Pengukuran tingkat kadar lemak tubuh melalui jogging selama 30 menit mahasiswa putra semester IV FPOK IKIP PGRI Bali tahun 2016. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 1, 89–98. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/jpkr/article/view/165
Turner, A., & Comfort, P. (2018). Advanced strength and conditioning: An evidence-based approach. London: Routledge, Taylor & Francis Group.
Wewege, M. A., Desai, I., Honey, C., Coorie, B., Jones, M. D., Clifford, B. K., Leake, H. B., & Hagstrom, A. D. (2022). The effect of resistance training in healthy adults on body fat percentage, fat mass and visceral fat: A systematic review and meta-analysis. Sports Medicine, 52(2), 287–300. https://doi.org/10.1007/s40279-021-01562-2